Nunukan – MATAENGGANG.COM Tindak lanjut dari kedatangan Wakil Bupati Nunukan bersama sejumlah tokoh adat dan organisasi TBBR beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Nunukan menggelar pertemuan dan forum diskusi di Pendopo Kabupaten Nunukan, Selasa. (10/03/2026)
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Nunukan Irwan Sabri, Wakil Bupati Hermanus, Sekretaris Daerah, sejumlah tokoh masyarakat, serta tokoh adat Dayak Kabupaten Nunukan.
Dalam forum diskusi yang berlangsung secara terbuka tersebut, para tokoh masyarakat adat menyampaikan dukungan terhadap kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Nunukan beserta program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah daerah.
Salah satu tokoh adat sekaligus Ketua Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Mangku Muriono Ibit menyampaikan bahwa dukungan masyarakat adat tidak terlepas dari harapan besar agar kepemimpinan daerah dapat membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat adat Dayak di Kabupaten Nunukan.
Bupati dan Wakil Bupati Nunukan yang telah menerima gelar adat memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat adat.” Ucapnya
“Kalau sudah menerima gelar adat, maka ada tanggung jawab moral untuk memperhatikan dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat adat Dayak,” ujar Mangku Muriono
Ditempat yang sama AKP (Purn.) Kalvianus Kilip, M.H. (Ketua Lembaga Adat Nasional) menyatakan dukungan terhadap berbagai program pemerintah daerah, para tokoh adat juga menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat adat dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pembangunan daerah.
Tokoh masyarakat adat menilai bahwa keterlibatan tersebut penting agar kebijakan pembangunan dapat berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat lokal, khususnya masyarakat adat yang telah lama mendiami wilayah tersebut.
“Tokoh masyarakat adat harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan pembangunan daerah, karena kami juga bagian dari masyarakat yang merasakan langsung dampak dari setiap kebijakan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, para tokoh adat juga menyinggung terkait komitmen pemerintah daerah terhadap 17 program prioritas pembangunan. Mereka menyatakan pada prinsipnya mendukung berbagai program tersebut, namun berharap program pembangunan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat adat Dayak.
“Program pembangunan tentu kami dukung. Tetapi kepentingan masyarakat Dayak tidak boleh dikesampingkan,” lanjutnya.
Selain itu Mangku Muriono Ibit juga menyampaikan pesan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan agar bekerja secara profesional sesuai perintah UUD dan tidak mencampuradukkan tugas pelayanan publik dengan kepentingan politik.
ASN diharapkan dapat fokus bekerja untuk kepentingan masyarakat luas serta mendukung jalannya program pembangunan daerah secara objektif dan profesional.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu ruang dialog antara pemerintah daerah dan tokoh masyarakat adat untuk memperkuat komunikasi serta membangun sinergi dalam mendorong pembangunan Kabupaten Nunukan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.” Tutupnya (*)
Baca juga : Wabup Nunukan Hermanus Datangi Kantor Bupati Bersama TBBR, Tegaskan Dukungan dan Doa untuk Pemerintahan


















