MALINAU – MATAENGGANG.COM Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Provinsi Kalimantan Utara menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) sebagai forum strategis konsolidasi organisasi, evaluasi kinerja, serta penetapan arah perjuangan ke depan.
Rapimwil secara resmi dibuka dengan ditandai pemukulan gong oleh Gubernur Kalimantan Utara, yang didampingi oleh Kepala Biro Humas Dewan Pengurus Pusat (DPP) TBBR, Moses Thomas dan Bupati Malinau.
Dalam sambutannya, Ketua DPW TBBR Kalimantan Utara, Mangku Muriono Ibit menegaskan bahwa Rapimwil bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk memperkuat soliditas, loyalitas, dan militansi kader TBBR dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat Dayak.
Mangku Muriono Ibit menyampaikan bahwa TBBR hadir sebagai organisasi perjuangan, bukan organisasi seremonial. Oleh karena itu, seluruh jajaran pengurus DPW hingga DPD diharapkan bekerja nyata, disiplin, serta konsisten menjalankan garis perjuangan organisasi.
“Rapimwil ini menjadi ruang konsolidasi untuk menyatukan langkah dan komitmen. TBBR mendukung penuh program Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten, serta siap bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan masyarakat Dayak sebagai bagian utuh dari anak bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mangku Muriono Ibit menyoroti posisi strategis Kalimantan Utara yang kaya akan sumber daya alam. Ia menekankan bahwa masyarakat adat Dayak harus menjadi subjek utama dan penerima manfaat dari pengelolaan sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan.
Melalui Rapimwil ini, DPW TBBR Kalimantan Utara berharap dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang menjadi pedoman kerja organisasi ke depan, sekaligus memperkuat peran TBBR sebagai mitra pemerintah dan garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, dan kedamaian bagi masyarakat Dayak di Kalimantan Utara. Tutupnya (*)



















